Investasi EMAS

EMAS dan Properti Mana Yang Lebih Baik

Pertanyaan yang paling sering muncul pada saat seminar adalah: Antara Emas dan Properti, mana yang lebih baik untuk investasi?

Emas dan Properti bukan hal yang harus diperbandingkan mana yang lebih baik. Keduanya barang langka yang jumlahnya tidak bisa bertambah. Manusia tidak bisa membuat Emas dan Tanah, sementara kebutuhan manusia akan keduanya semakin hari semakin tinggi.

Advertisements
Advertisements
AliExpress WW

Emas dan Properti juga telah dikenal manusia sebagai sarana investasi sejak puluhan tahun bahkan ratusan tahun yang lalu. Bahkan ada anekdot orang betawi jaman dulu: “Lakinya doyan beli tanah, bininya doyan beli Emas.”

Oleh karena itu dalam berbagai kesempatan, saya selalu mengatakan: Emas dan Properti harus dimiliki keduanya, sebagai tujuan utama investasi Anda. Properti dan Emas masing-masing punya kelemahan, tapi ketika keduanya dimiliki, maka masing-masing kelemahan itu bisa saling tertutupi.

Emas dan Properti masing-masing punya kelemahan, akan tetapi jika keduanya dimiliki, maka masing-masing kelemahan tersebut bisa saling tertutupi.

Rully Kustandar

Investasi properti memang luar biasa, banyak orang kaya karena propertinya. Namun, mencairkan properti butuh waktu, semakin besar dan semakin mahal, semakin butuh waktu cukup lama untuk menjadikan properti uang cash di harga yang wajar. Seringkali orang menjual properti di bawah harga pasar ketika kebutuhan akan uang mendesak.

Emas, mungkin tidak sehebat properti. Tapi kalau kita bicara lukuiditas, tidak ada yang bisa mengalahkan Emas! Berapapun banyaknya Anda memiliki Emas, anda bisa cairkan dalam bentuk uang saat itu juga. Tidak butuh waktu berhari-hari untuk menjual Emas yang Anda miliki. Dan Emas milik Anda akan terjual di harga Emas saat itu juga. Tidak pernah ada cerita orang menjual Emas jauh di bawah harga pasar!

Oleh sebab itu saya sering mengatakan kalau Emas adalah Uang, tapi Uang bukanlah Emas. Karena Anda bisa jadikan Emas Anda uang kapanpun juga.

Ber-investasi Properti juga butuh persiapan dana yang cukup. Rasanya saat ini tidak ada properti yang bisa Anda beli dengan uang Rp 1 juta. Anda juga tidak bisa membeli tanah 100 m2, tapi beli bertahap 1 m2 dulu, yang jual pasti tidak akan mau. Artinya, Anda harus menabung uang yang cukup untuk membeli sebuah properti, kita tahu, harga properti selalu naik, sementara uang yang Anda tabung untuk membeli properti makin turun nilainya. Kalaupun bisa membeli properti dengan cara KPR, Anda tetap harus mempersiapkan dana untuk Uang Muka.

Emas dan Properti
Sumber Gambar: Canva.com

Sementara, Anda bisa membeli Emas Batangan 24K dalam satuan terkecil 0.5 gram. Bahkan saat ini, Anda bisa menggunakan program seperti Tabungan EMAS atau Pool Account untuk membeli Emas dengan satuan yang lebih kecil seperti 0.001 gram, atau senilai Rp 5000 rupiah bahkan Rp 500 rupiah saja.

Baca juga:
Menabung Emas Tidak Harus Banyak Uang

Nah, sekarang Anda mulai pahamkan, kenapa saya mengatakan Emas dan Properti harus sama-sama dimiliki atau disandingkan. Salah satunya, Anda bisa gunakan Emas untuk menabung dengan tujuan ahir untuk membeli properti (entah itu tunai atau dengan KPR).

Tahun 2017, saya butuh waktu 6 bulan untuk menjual sebuah rumah senilai Rp 1.2 milyar. Tapi, di tahun yang sama, saya hanya butuh waktu kurang dari 1 hari untuk menjual 2 kg Emas senilai Rp 1.1 milyar.

Daya Ungkit Properti Yang Tidak Dimiliki Emas

Kenaikan properti di satu wilayah jika wilayah tersebut tidak ada perkembangan apa-apa dalam kurun waktu tertentu, sebetulnya sama saja dengan kenaikan harga Emas. Tapi properti mempunyai daya ungkit lain yang tidak dimiliki oleh Emas. Misalnya satu wilayah selama bertahun-tahun yang tidak ada perkembangan apa-apa, tiba-tiba dibangun infrastruktur seperti jalan besar, bandar, kampus dsb. Maka nilai properti yang ada di daerah tersebut akan naik bahkan bisa berkali-kali lipat.

Saya pernah membeli tanah berbentuk kebun di daerah Majalengka. Bertahun-tahun harga tanah di sana tidak mengalami kenaikan yang berarti. Tapi begitu ada pembangunan Bandara Kertajati, harga tanah tersebut naik berkali-lipat.

Pisahkan porfolio investasi Anda, mana yang untuk jangka panjang (di atas 10 tahun), mana yang untuk jangka pendek (5 sampai 10 tahun). Properti tujukan untuk investasi jangka panjang, sedangkan Emas, gunakan sebagai investasi jangka menengah seperti: tabungan untuk pendidikan Anak, tabungan untuk membeli properti, pernikahan (termasuk pernikahan anak), dsb.

Baca juga:
Tujuh Prinsip Dalam Membeli Properti

Tujuan saya membeli dan menabung dalam bentuk Emas salah satunya untuk kemudian dibelikan properti. Namun saya tidak pernah menghabiskan seluruh Emas yang saya miliki untuk dijadikan properti. Kenapa? Karena jika Ada kebutuhan uang mendesak, menjual properti bukanlah solusi yang baik. Karena butuh waktu dan jika terburu-buru bisa terjadi Anda menjual properti di bawah harga pasar.

Tahun 2007/2008, ketika terjadi krisis keuangan global. Bisnis saya terkena imbas dari krisis, dan butuh dana cukup lumayan untuk bisa bertahan. Saat itu saya belum mengenal Emas secara mendalam, seluruh investasi saya dalam bentuk properti. Dan ternyata, ketika saya memutuskan untuk melepas salah satu properti dalam bentuk ruko di lokasi yang sangat strategis, sangatlah sulit. Di saat krisis seperti itu, orang menahan diri untuk tidak membeli properti, termasuk menggunakan fasilitas kredit. Karena pada saat krisis bunga bank juga melambung sangat tinggi.

Properti saya saat itu tidak bisa menolong, bisnis saya kemudian ambruk. Walaupun ruko ahirnya bisa terjual, namun terlambat dan ruko tersebut terjual jauh di bawah harga pasar seharusnya.

Harga Emas Berbanding Terbalik Dengan Properti dan Saham

Sumber Gambar Canva.com

Anda bisa perhatikan keadaan saat ini (tahun 2020), saat siklus resesi ekonomi global seperti sekarang. Kondisi bisnis properti turun jauh, jika saat ini Anda akan menjual properti, pasti akan mengalami kesulitan. Memang harga properti tidak turun, tapi minat orang membeli properti turun jauh karena keadaan.

Baca juga:
Harga Emas Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Dari data dan fakta yang ada, kurva harga Emas akan selalu berbanding terbalik dengan kondisi properti dan saham. Jika kondisi bisnis properti dan saham sedang bagus, maka harga Emas akan melandai. Sebaliknya, jika properti dan saham turun, harga Emas melesat naik.

Kalau Anda ingat nasehat seorang mega investor dunia Warrent Buffet, yang pernah mengatakan:

Takutlah saat orang lain rakus, dan rakuslah saat orang lain takut.

Maka jika kita lihat kondisi harga Emas yang melambung tinggi saat ini (tahun 2020), dan banyak orang berlomba membeli Emas, seharusnya Anda menghindari membeli Emas berlebihan (kecuali pembelian gradual untuk tujuan untuk menabung).

Coba perhatikan data yang saya kompilasi ini: Harga EMAS Per-Tahun Sejak Tahun 1988. Anda akan melihat, harga Emas melambung tinggi di saat-saat krisis seperti saat ini.

Advertisements
Advertisements

Bayangkan jika Anda beberapa tahun kebelakang secara rutin menabung dalam bentuk Emas, maka saat ini Anda akan memiliki Emas cukup banyak. Inilah saat yang paling tepat menukar Emas yang Anda miliki menjadi Properti. Karena sekarang banyak orang takut membeli properti. Ada banyak orang membutuhkan uang dan menjual propertinya, besar kemungkinan Anda bisa membeli properti jauh di bawah harga pasar. Ingat, membeli properti juga ada strateginya. Membeli properti paling bagus adalah “untung pada saat beli”. Saya akan bahas mengenai ini di artikel tersendiri.

Dan kalau Anda perhatikan juga, siklus krisis seperti saat ini berlangsung setiap 10-12 tahun sekali. Jadi, bagi yang belum mendapatkan kesempatan, tidak perlu takut. Masih ada kesempatan berikutnya, mulailah menabung Emas. Jangan sibuk mempersoalkan mana yang lebih baik Emas atau Properti.

Author

Affiliate Marketer, Pencinta EMAS, Hidup Tanpa Sosmed, Hobi Traveling. Founder dari KebunEMAS.

1 Comment

Leave a Reply