Inspirasi

EMAS Sebagai Alat Ukur Properti

Karena nilai EMAS itu tetap atau Zero Inflation, maka sebetulnya EMAS bisa dijadikan sebagai alat ukur properti. Banyak teman saya terjebak atau tanpa sadar senang propertinya terjual di atas harga beli sebelumnya, untung!

Padahal belum tentu, nilai uang dulu dengan nilai uang saat ini tentu berbeda sekali. EMAS, banyak orang bilang zero inflasi, atau nilainya tetap terhadap daya beli atau dalam bahasa lain yang lebih sederhana, zaman Nabi Muhammad SAW dulu 1 Dinar EMAS setara dengan harga satu ekor kambing, sampai sekarangpun masih seperti itu. Nah, berarti EMAS bisa di jadikan ukuran untuk menghindari jebakan nilai uang.

Advertisements
Advertisements
AliExpress WW

Coba perhatikan ilustrasi di bawah ini:

Tahun 2010 anda membeli sebidang tanah atau Rumah, katakanlah Anda membeli properti tersebut senilai Rp 500 juta rupiah. 10 tahun kemudian tahun 2020, properti Anda properti Anda tersebut di tawar sebesar Rp 1.5 milyar. Tiga kali lipat dari harga saat Anda beli dulu, Anda pasti senang luar biasa melihat harga jualnya saat ini 3 kali lipat harga beli Anda dulu.

Tunggu dulu! Jangan senang dulu, siapa tahu sebetulnya tawaran Rp 1.5 milyar tersebut sesungguhnya Anda tidak untung, bahkan rugi.

Tahun 2010 harga EMAS 24K (anda bisa lihat di artikel ini: Harga EMAS Per-Tahun Sejak Tahun 1988) kurang lebih di angka Rp 357.000 per gram, jadi kalau uang Rp 500 juta yang Anda belikan properti tersebut dibelikan EMAS, maka Anda akan memperoleh 1.4 kg EMAS 24K. Nah, kalau Anda jual properti tersebut tahun 2020 ini, sementara harga EMAS saat ini mencapai Rp 1 juta rupiah per gram, maka uang hasil penjualan properti itu bisa untuk membeli 1.5 kg EMAS.

Masih ada selisih untung 100 gram EMAS (1.5 kg – 1.4 kg), tapi buat saya untungnya terlalu tipis untuk sebuah penantian selama 10 tahun. Karena ada biaya-biaya yang sudah saya keluarkan untuk merawat properti tersebut. Jadi, kalau itu terjadi dengan diri saya, saya tidak akan tertarik untuk menjual properti tersebut diangka Rp 1.5 milyar.

Tapi, jika properti itu bisa terjual Rp 2 – Rp 2.5 milyar, pasti akan saya lepas. Karena dengan nilai itu saya bisa membeli 2 – 2.5 kg gram EMAS, saya menang 0.5kg – 1kg EMAS.

Seperti itulah konsep sederhana EMAS sebagai alat ukur properti. Menghindarkan kita dari jebakan nilai uang. Dan dibeberapa kalangan terutama orang-orang tua jaman dulu, cara berfikir yang berbasiskan EMAS seperti ini banyak. Terutama kalau saya pergi ke Aceh, Padang, Makasar, NTB, dsb, mereka menghitung nilai properti, ongkos naik haji, bisnis berbasiskan EMAS. Sayang tidak terwariskan ke generasi selanjutnya.

Saya sendiri memperoleh pelajaran berharga ini dari seorang sahabat keturunan tionghoa di Jakarta. Kalau memperhatikan cara dia berfikir, saya berkesimpulan dia menggunakan EMAS sebagai basis semua perhitungan ekonomisnya. Tidak heran memang, karena sahabat saya ini secara turun menurun keluarganya berbisnis EMAS, punya toko EMAS.

Baca juga:
EMAS dan Properti Mana Yang Lebih Baik

“Dulu gua beli ruko ini jual EMAS 2 kg, jadi kalau gua jual kembali ruko ini sekarang, hasil penjualannya harus mampu untuk membeli EMAS lebih banyak dari 2 kg. Itu baru namanya untung rul…”, kata-kata itu yang selalu saya ingat sampai sekarang. Sebuah pelajaran hidup yang paling berharga.

Advertisements
Advertisements
AliExpress WW

Jadi setelah membaca Artikel ini, saya berharap Anda mendapat manfaat. Minimal tidak senang dulu kalau dapat tawaran jual properti yang “sepertinya” berlipat dari harga Anda beli dulu. Atau, setiap membeli properti, catat, uang yang Anda keluarkan tersebut senilai EMAS berapa kg. Keuntungan dalam menjual properti itu bukan berapa rupiah yang bisa Anda peroleh, namun berapa banyak EMAS yang bisa Anda peroleh…

Author

Affiliate Marketer, Pencinta EMAS, Hidup Tanpa Sosmed, Hobi Traveling. Founder dari KebunEMAS.

Leave a Reply