Tentang EMAS

Harga Emas Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Harga Emas terutama jangka pendek sangat sulit diprediksi, jadi bagi orang awam seperti kita, jangan terjebak untuk mempelajari pergerakan harga emas terlalu dalam, apalagi sampai membuat prediksi dan ramalan. Namun sekedar untuk pengetahuan tetap diperlukan.

Jika niat Anda ber-investasi Emas untuk mejaga nilai aset, kemudian memiliki harapan jangka panjang untuk tetap dapat mempertahankan bahkan menaikan nilai aset pribadi atau keluarga Anda. Maka tidak ada istilah terlambat atau ‘waktu yang tidak tepat’ untuk memulai membeli dan menyimpan Emas. Itu sebabnya saya sering mengatakan:

Advertisements
Advertisements

“Saat yang paling tepat untuk membeli Emas adalah saat kita punya uang”

Jadi, lakukan pembelian Emas secara rutin atau gradual, jangan pedulikan berapa harga saat Anda akan beli. Apalagi jika tujuan Anda membeli Emas dalam kerangka investasi, bukan dengan niat komersial atau trading. Cara seperti ini akan membuat Anda terbebas dari kerugian akibat fluktuasi harga Emas jangka pendek.

The desire of gold is not for gold. It is for the means of freedom and benefit.

Hasrat terhadap emas bukan karena emasnya akan tetapi karena kebebasan dan keuntungan yang didapat dari memilikinya

R.W Emerson

Melakukan prediksi atau ramalan harga Emas adalah sebuah pekerjaan yang sia-sia. Anda hanya membuang waktu dan energi saja. Kenapa, karena harga Emas paling sulit untuk diprediksi. Emas adalah komoditas yang sangat independen, hampir seluruh harganya di pengaruhi oleh pasar. Tidak ada satu pemerintahan atau perusahaan besar manapun di dunia ini yang bisa mempengaruhi harga Emas secara dominan dan berkepanjangan, kemampuan mereka sangat terbatas untuk dapat mengendalikan harga Emas.

Tren Harga EMAS
Sumber GoldPrice.org

Dalam hal tren jangka panjang seperti yang terlihat pada grafik di atas, terlihat harga emas dalam rupiah secara jangka panjang kurvanya naik. Sementara dalam jangka pendek sangat fluktuatif, sulit untuk diprediksi. Jadi, tetapkan tujuan ber-investasi emas untuk jangka menengah–panjang seperti tabungan biaya pendidikan anak, beli rumah, pensiun dan sebagainya. Lalu beli emas secara gradual (rutin dan konsisten), jadikan emas sebagai tabungan. Jangan membeli emas dengan uang yang akan anda gunakan kurang dari satu tahun.

Berikut kami sajikan beberapa faktor baik lokal, regional maupun global, yang bisa Anda jadikan pegangan yang apabila terjadi dapat mendorong kenaikan harga Emas.

Lalu bagaimana dengan yang awam? Bagaimana dengan mereka yang tak cukup waktu, mungkin karena kesibukannya, atau tak punya akses informasi yang cukup ke sumber-sumber informsai terpercaya?

Berikut kami sajikan beberapa gejala lokal, regional, hingga global yang mudah kita tangkap, terutama melalui media cetak dan elektronik, yang jika terjadi dapat mendorong naik harga emas:

Inflasi Yang Tidak Terkendali

Jika angka inflasi menembus angka psikologis 2 digit (misalnya 11%), itu menandakan telah terjadi sesuatu yang abnormal dan berakibat pada kenaikan harga-harga terutama bahan pokok. Pada situasi ini maka harga Emas akan naik melebihi inflasi yang terjadi.

Mengukur inflasi paling sederhana adalah dengan membandingkan harga beras tahun lalu dengan harga beras hari ini, jika terjadi kenaikan harga, persentasi kenaikan harga itulah inflasi sesungguhnya. Semakin besar, maka kenaikan nilai Emas akan semakin jauh meninggalkan inflasi.

Terjadi Kepanikan Ekonomi Secara Global

Krisis ekonomi biasanya terjadi antara 5 sampai 10 tahun sekali, pada saat itu tekanan-tekanan ekonomi membuat daya tahan perekonomian satu negara menjadi goyah, rentan dan menimbulkan ketidak pastian secara ekonomi. Dalam situasi seperti ini harga emas justru naik tinggi, karena banyak investor mengalihkan porfolio investasinya ke dalam emas. Depresi ekonomi besar yang pernah terjadi adalah pada tahun 1930, 1970, 1980, 1988-90, pada tahun 1988 yang terparah mengalami krisis adalah negara-negara berkembang terutama di Asia. Dan 10 tahun kemudian giliran Amerika yang mengalami krisi parah.

Resesi kembali terjadi tahun 2020 ini dan berlaku secara global, seluruh negara terdampak secara ekonomi akibat pandemi corona. Lihat pergerakan harga Emas yang terjadi, dan tampaknya resesi kali ini akan berdampak cukup luas dan lama pemulihannya.

Harga EMAS dunia tahun 2020 sempat meroket hingga di atas USD 2020/oz atau di dalam rupiah tembus di atas Rp 1 juta/gram, sebagai dampak banyaknya para investor yang mengalihkan porfolio investasi mereka ke dalam emas.

Baca juga:
Harga EMAS Per-Tahun Sejak Tahun 1988

Kejadian Politik Besar

Perang yang berkepanjangan antara Iran vs Irak, konflik di Suriah, kejadian 9/11, penyerbuan ke Libia, krisis Iran dan Amerika, serta lain sebagainya terutama yang berkaitan dengan negara-negara penghasil atau pemasok utama minyak dunia membuat situasi geopolitik dunia menjadi tak menentu.

Keadaan yang tidak menentu seperti ini membuat emas menjadi sandaran dan pegangan. Ketika keadaan geopolitik kacau dan tak menentu harga emas justru naik.

Kurs Dollar Menguat

Seperti yang terjadi tahun 1998-2000 ketika kurs dollar naik dari Rp 2,000 menjadi di atas Rp 10,000 rupiah, harga emas di Indonesia langsung melesat tinggi di atas 195%. Sungguh kejadian yang sangat luar biasa.

Harga Emas duni di patok menggunakan US Dollar, jadi ketika kurs dollar terhadap rupiah naik tidak terkendali, maka harga emas di Indonesia akan terbawa naik tinggi juga, bahkan bisa melebihi kenaikan dollar nya jika situasi ekonomi ikut tak menentu.

Namun anehnya, ketika USD melemah seperti pada tahun 2010, harga emas malah terdorong menguat, ini menandakan USA sedang dalam kondisi resesi.

Kenaikan Harga Minyak dan Harga Komoditas

Dalam grafik yang menunjukan pergerakan nilai lainnya yang membadingkan emas dengan komoditas lainnya selama puluhan tahun, terlihat bahwa kenaikan keduanya proposional. Ketika harga kebutuhan pokok naik, harga minyak mentah dan emas juga naik. Kenaikan yang proposional ini sebetulnya menunjukan kehebatan dasar dari emas, yaitu nilai belinya terhadap komoditas selalu tetap. Sementara uang kertas berkebalikan: daya belinya terus menurun terhadap komoditas.

Naiknya Permintaan Emas Sebagai Cadangan Devisa Negara

Tahun 2008 ketika terjadi goncangan ekonomi di USA serta tekanan di berbagai sektor ekonomi, banyak negara beralih ke emas untuk memperkuat cadangan devisa negaranya. Hal ini bertujuan agar ketahanan ekonomi negara tersebut lebih kuat.

Pada September 2009, untuk memperkuat ketahanan ekonomi negaranya dari guncangan krisis di USA, negara-negara seperti Cina, India, Sri Lanka dan Mauritus langsung memborong emas di pasaran lebih dari 400 ton, guna memperkuat cadangan devisanya. Permintaan yang sangat besar ini serta situasi krisis yang berkepanjangan membuat harga emas melambung sangat tinggi saat itu ke titik diatas USD 1.200/oz di awal bulan Desember 2009.

Advertisements
Advertisements
AliExpress WW

Akankah hal yang sama terjadi pada saat ini? Mungkin saja, saya belum mendapat beritanya. Tapi yang jelas, harga emas di tahun 2020 ini sudah menembus angka di atas USD 2020/oz.

Naiknya Konsumsi Emas Dunia dan Permintaan Emas di Pasar Lokal

Pada situasi ini, hukum permintaan dan penawaran yang berlaku. Ketika permintaan emas di pasar lokal maupun dunia naik, maka akan mendorong naiknya harga emas. Mengapa sebab-akibat in terjadi dalam pola tabg sama dan demikian sederhana? Sebabnya adalah karena jumlah cadangan emas diperut bumi bertambah seiring pertambahan populasi manusia, yaitu sekitar 1,5% saja per tahun. Jadi emas selalu cukup, namun selalu langka. Emas tak pernah kelebihan supply yang membuat harganya turun yang terjadi sebaliknya: penambahan dan pengolahan terbatas, sehingga emas tetap saja langka. Ketika pertmintaan naik dan supply tetap maka otomatis harganya naik.

Author

Affiliate Marketer, Pencinta EMAS, Hidup Tanpa Sosmed, Hobi Traveling. Founder dari KebunEMAS.

Leave a Reply