Investasi EMAS

Investasi EMAS Yang Kebal Inflasi

EMAS sudah menjadi pilihan Investasi sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Investasi EMAS dan Properti adalah bentuk investasi paling sederhana dan lama yang pernah ada di dunia ini. Kalau jaman orang tua saya dulu terkenal dengan istilah: Lakinya doyan beli tanah, bininya doyan beli EMAS.

Salah satu sebab kenapa sejak dulu orang memilih EMAS sebagai salah satu porfolio investasi karena EMAS memang telah terbukti berpuluh-puluh tahun tahan terhadap inflasi. Tentunya anda sering mendengar istilah EMAS Zero Inflation.

Advertisements
Advertisements
AliExpress WW

Saat ini kita sangat tergantung dengan uang kertas untuk berinvestasi. Sejatinya uang kertas itu memiliki fungsi utama untuk manusia: sebagai alat tukar, sebagai satuan pembukuan, dan sebagai unit penyimpanan nilai.

Sebagai alat tukar dan satuan pembukuan, uang berfungsi dengan baik. Namun sebagai unit penyimpanan nilai, uang telah gagal. Jelas uang saat ini tidak bisa berfungsi sebagai unit penyimpanan nilai. Mengapa? Karena secara perlahan dan pasti—jika Anda menyimpan uang dalam waktu lama, nilai uang yang Anda miliki susut.

Inflasi menggerogoti uang Anda, jika harga (*beras terbaik 10 tahun lalu di kisaran Rp 5,000 – Rp 6,000 per kg dan hari ini 2020 harga beras terbaik dikisaran harga Rp 12,000 – Rp 14,000. Maka sesungguhnya Anda telah kehilangan daya beli lebih dari 100% selama 10 tahun. Artinya, uang Rp 5,000 yang anda miliki, saat ini tidak mampu lagi membeli beras sebanyak 1 kg. Itulah inflasi yang sebenarnya…

Harga Beras 2020
Sumber Foto Kumparan 13/4/2020

Namun jika Anda tahun 2010 memiliki EMAS seberat 1 gram yang saat itu senilai Rp 357,000 (lihat: Harga EMAS Per-Tahun Sejak Tahun 1988) dan jika dibelikan beras akan memperoleh sekitar 71 kg (Rp 357,000 : 5000) beras. Dan hari ini 2020, EMAS 1 gram jika dibelikan beras kualitas terbaik, Anda akan memperoleh beras sebanyak 70 – 80 kg.

Ilustrasi di atas membuktikan bahwa jika Anda memegang EMAS, atau tabungan Anda dalam bentuk EMAS, sepanjang 10 tahun daya beli anda tetap sama. Anda masih bisa membeli barang dalam jumlah yang sama.

Mungkin sebagian dari Anda ada yang tidak percaya, tapi silahkan buktikan sendiri, berapa banyak bahan pangan seperti terigu, beras, minyak dan lain-lain yang bisa Anda dapatkan dengan uang Rp 100 ribu 5-10 tahun yang lalu dibandingkan dengan nilai uang yang sama saat ini.

Fakta Investasi EMAS Menjadi Penyelamat Saat Krisis Ekonomi

Salah satu penyebab inflasi adalah dicetaknya uang dalam jumlah banyak oleh pemerintah untuk membiayai defisit keuangan. Akibat banyaknya uang yang beredar, maka nilai uang akan menurun. Berbeda halnya dengan emas. Nilai EMAS tidak akan turun oleh inflasi karena harga EMAS mengikuti pergerakan inflasi. Ini bisa kita lihat saat posisi rupiah melemah terhadap dollar, maka harga EMAS cenderung naik.

Majalah SWA mengungkapkan sebuah data bahwa, ketika inflasi naik 10%, harga EMAS naik 13%. Ketika inflasi meningkat 20%, harga EMAS melonjak sampai 30%. Itulah sebabnya tidak heran, apabila tren EMAS sebagai investasi akan marak dibicarakan saat inflasi meningkat tajam, terutama saat keadaan ekonomi dan politik yang tidak stabil seperti saat ini.

Pada tahun 1968, saat nilai tukar rupiah mencapai Rp. 296 dollar AS, harga EMAS berada pada level Rp. 369 per gram. Sepuluh tahun kemudian (1978), rupiah terdepresiasi menjadi Rp. 442 per dollar AS, dan harga EMAS menjadi Rp. 2,746 per gram. Berarti, selama 10 tahun, dollar AS mengalami kenaikan 49% terhadap rupiah, sedangkan harga emas naik 645%. Kenaikan dollar AS terhadap rupiah yang lebih baik dibanding kenaikan harga EMAS hanya sekali terjadi, yakni pada 1988-1998, itu pun semata-mata karena anomali satu tahun (krisis 1998).

Dan tahun 2020 ini kita kembali bisa menyaksikan keperkasaan EMAS. Saat seluruh dunia masuk resesi ekonomi, harga EMAS menyentuh level $2000/oz. Dan beruntunglah mereka yang telah memilih EMAS sebagai salah satu porfolio investasinya.

Lalu pertanyaannya bagaimana jika dalam keadaan terbalik misalnya, jika ternyata harga EMAS turun. Kita sering menganggap bahwa saat harga EMAS turun, maka investasi kita merugi. Padahal tidaklah selalu demikian. Ini dapat kita lihat bahwa saat harga EMAS mengalami penurunan maka harga berbagai komuditas juga turun, terutama kebutuhan pokok. Ini berarti bahwa dengan memiliki EMAS sebenarnya manfaatnya yang diperoleh baik pada saat EMAS naik atau turun adalah konsistensi daya beli.

Gold is the only monetary elemen outside the scope of goverment action

Perdana Menteri Prancis Tahun 1960

Kenapa saat Anda memegang EMAS daya beli Anda tidak terpengaruh oleh situasi perekonomian dunia yang sedang masuk masa resesi ekonomi? Karena EMAS bukan bagian dari sistem, ketika anda membeli EMAS, maka sesungguhnya ada sudah melepaskan Aset anda dari ketergantungan terhadap sistem perekonomian global. Anda bisa baca artikel saya ini: Membeli EMAS Berarti Melepaskan Diri Dari Ketergantungan Terhadap Sistem

Ketika Anda berinvestasi EMAS, Anda tidak akan pernah terikat oleh negara atau perusahaan manapun di dunia ini.

Advertisements
Advertisements
AliExpress WW

* Harga beras bisa sangat berbeda di setiap daerah

Author

Affiliate Marketer, Pencinta EMAS, Hidup Tanpa Sosmed, Hobi Traveling. Founder dari KebunEMAS.

Leave a Reply