Bisnis

Kebohongan Terbesar Yang Pernah Diceritakan Tentang Kekayaan

Mengapa 90% populasi mengalami kesulitan untuk menjadi kaya? Jawabannya adalah kita semua pernah dicekoki dengan sebuah kebohongan terbesar yang pernah ada tentang kekayaan, kebohongan yang menghalangi kita untuk menjadi kaya. Sebelum dapat menjadi kaya, Anda harus terlebih dahulu mengetahui kebenaran tentang kekayaan dan menghilangkan kebohongan yang selama ini menipu Anda.

Saya akan memulainya dengan mengajak Anda melakukan latihan sederhana. Tututplah mata dan bayangkan seorang miliuner dalam benak Anda. Bayangkan pakaiannya, kendaraannya, cara ia membelanjakan uangnya, cara ia menggunakan waktunya, dan bagaimana ia bersantap malam. Lakukan hal ini SEKARANG juga sebelum melanjutkan ke paragraf selanjutnya.

Advertisements
Advertisements

Baiklah, gambaran seperti apa yang ada dalam benak Anda?

Seandainya Anda sama dengan sebagian orang, Anda akan membayangkan sosok miliuner sebagai orang yang mengenakan pakaian bermerek keluaran terbaru, mengendarai mobil mewah dengan model paling mutakhir, berbelanja dengan boros, makan di restoran-restoran mewah serta menghabiskan uang untuk makanan pilihan termahal dengan menyeruput anggur terbaik.

Mungkin anda juga membayangkan orang yang bersantai di kursi nyaman-empuk berlapis kulit di sebuah rumah besar-mewah atau kapal pesiar, sambil menikmati cerutu Havana. Mengapa gambaran seperti itu yang muncul di benak Anda? Karena, otak kita telah di cuci dengan tayangan televisi dan film agar berpikir begitulah cara miliuner menjalankan hidup dan menggunakan uangnya. Inilah kepercayaan dan kebiasaan yang menjauhkan kita dari kesejahteraan!

Kenyataannya, sedikit sekali miliuner swausaha yang hidup dengan cara demikin. Bahkan, mereka yang menjalani gaya hidup malas dan bersenang-senang ini adalah minoritas miliuner yang kaya karena warisan atau mereka yang memperoleh uangnya dari bidang olahraga atau hiburan. Mereka semua memiliki sebuah kesamaan. Mereka biasanya akan kehilangan sesuatu yang mereka miliki dalam waktu sepuluh tahun saja. Kekayaan mereka hanya bersifat sementara. Lihatlah Mike Tyson, Michael Jackson, Bobby Brown, dan banyak selebriti lainnya yang pernah mendapatkan ratusan juta dolar dari kariernya. Mereka semua telah bangkrut atau memiliki banyak utang hari ini.

Fakta Tentang Kekayaan

Dalam buku best-seller berjudul The Millioner Next Door dari New York Times, Thomas J. Stanley mewawancarai 300 orang jutawan swausaha asal Amerika untuk mengetahui cara mereka berpikir, bagaimana cara mereka mendapatkan kekayaannya, dan bagaimana mereka membelanjakan uangnya. Fakta-fakta yang ditemukan begitu mengejutkan sehingga membuat bukunya best-seller dalam waktu sangat singkat.

Terungkap bahwa banyak orang memiliki pekerjaan dengan gaji tinggi, berkendaraan mewah termutakhir dan berpakaian dari perancang terkenal dan tampak memiliki banyak uang untuk dibelanjakan, biasanya bangkrut dengan kekayaan pribadi yang amat rendah. Istilah Stanley untuk sebagian besar profesional dan eksekutif ini adalah “Pengumpul Kekayaan yang Sedikit” (Under Accumulatior of Wealth atau UAW).

Sebaliknya, mereka yang merupakan milliuner sesungguhnya (mereka yang memiliki kekayaan bersih lebih dari US$1 juta) hidup secara hemat dan membelanjakan uangnya jauh di bawah rata-rata pendapatan mereka. Delapan puluh persen dari mereka terlahir dari keluarga miskin atau menengah. Mereka tidak berpakaian mahal dan tidak pernah membeli jam tangan seharga di atas US$500. Sebagian besar dari mereka mengendarai mobil bekas, tak pernah membeli mobil keluaran terbaru, dan biasanya biasanya menginvestasikan minimum 20% pendapatan mereka dalam pasar saham atau bisnis pribadi. Ia menamai orang-orang ini dengan sebutan “Pengumpul Kekayaan Yang Amat Banyak” (Prodigious Accumulator of Wealth atau PAW).

Advertisements
Advertisements
AliExpress WW

Saya harus mengakui bahwa ketika masih berusia muda, saya pun mempunyai keyakinan yang salah tentang cara hidup miliuner yang sesungguhnya. Ketika masih kanak-kanak, saya mengagumi dan iri kepada orang-orang yang mengendarai Porsche Boxters terbaru dan tinggal di Penthouse dan bergaya hidup boros. Ayah saya juga seorang miliuner (yang tak pernah membeli mobil baru dalam hidupnya hingga usianya menginjak 50 tahun), biasanya menasihati saya bahwa orang-orang tersebut sebenarnya sangat dekat dengan kebangkrutan dan sebenarnya rumah-rumah dan barisan mobil mereka adalah milik bank. Ayah mengatakan bahwa jarak mereka dengan kebangkrutan hanyalah satu bulan gaji. Saya tak pernah benar-benar memahami maksudnya hingga di kemudian hari dalam hidup saya.

Author

Affiliate Marketer, Pencinta EMAS, Hidup Tanpa Sosmed, Hobi Traveling. Founder dari KebunEMAS.

Leave a Reply