Gadai

Konsep Gadai Berbeda Dengan Pinjaman Atau Kredit Ke Bank

Konsep Gadai terutama di Pegadaian, berbeda jauh dengan konsep pinjaman atau kredit di Lembaga Keuangan pada umumnya seperti Bank atau Leasing.

Gadai itu kalau istilah saya konsep “barang”, sementara pinjaman atau kredit di perbankan itu konsep “orang” atau “profil”. Untuk memahaminya saya berikan sebuah ilustrasi seperti:

Si A seorang pengangguran, punya properti warisan Rumah senilai Rp 1 milyar, sertifikat sudah atas nama dia. Bosen jadi pengangguran si A bermaksud membuka usaha, namun karena tidak memiliki modal, si A bermaksud mengajukan pinjaman ke Bank sebesar Rp 400jt. Bermodal aset Rumah senilai Rp 1 milyar, pergilah si A ke sebuah Bank yang cukup ternama.

Pertanyaan saya, bisakah si A mendapatkan pinjaman modal dari Bank dengan jamin propertinya? Jawaban saya 99% pasti gagal! Lho kenapa? Bukankah si A punya aset yang nilainya jauh melebihi pinjamannya yang cuma Rp 400jt?

Inilah yang saya maksud pinjaman bank atau kredit di perbankan itu konsep “orang”. Yang pertama Bank lihat bukan jaminannya, tapi orangnya, siapa Anda! Jika Anda tidak punya profil yang meyakinkan bagi bank, seperti penghasilan, tempat anda bekerja/usaha, bukti sebagai karyawan/pengusaha, putaran dana di rekening bank, dsb. Mustahil Anda akan dipercaya untuk mendapatkan pinjaman atau kredit.

Itu sebabnya pula ketika Anda mengajukan kredit ke perbankan, ada banyak sekali proses dan formulir yang harus Anda lewati. Jaminan itu bagi bank adalah hal nomor kesekian, tapi profil Anda yang utama.

Sementara yang namanya Gadai, konsepnya “barang”, hal yang bertolak belakang dengan konsep perbankan. Gadai tidak melihat profil Anda, gadai yang dilihat barang yang Anda miliki.

Misalnya si A memliki EMAS batangan seberat 100 gram. Yang kalau dinilai saat ini (tahun 2020) nilainya sekitar Rp 100 jt rupiah. Ketika si A datang ke Pegadaian untuk meng-gadaikan EMAS nya, petugas Gadai tidak akan pernah tanya ribet-ribet soal pekerjaan, penghasilan, dsb. Tidak ada proses wawancara atau pengisian formulir yang setumpuk. Paling cuma tanya & fotocopy KTP saja.

Begitu petugas Gadai memeriksa EMAS si A tersebut Asli, dalam waktu kurang dari 15 menit uang pinjaman Gadai langsung cair! Mau si A ini seorang Direktur, Karyawan biasa, pengusaha atau bahkan pengangguran sekalipun petugas Gadai tidak mau tahu. Yang penting EMAS nya asli!

Karena Gadai itu konsep “barang”, maka EMAS si A akan disimpan oleh Pegadaian sebagai jaminan sampai si A melunasi kembali uang pinjamannya baru EMAS si A akan dikembalikan. Bagaimana kalau yang di Gadai itu mobil atau motor? Sama saja seperti EMAS, mobil atau motor tsb akan disimpan oleh Pegadaian sebagai jaminan, karena sekali lagi Gadai itu konsep “barang”.

Jangka Waktu Dan Konsep Pelunasan Utang Gadai

Jika Anda mendapatkan Kredit di perbankan, maka kemudian akan muncul kewajiban berupa cicilan yang harus Anda bayar setiap bulan, cicilan ini terdiri dari pokok dan bunga. Lamanya cicilan tergantung jangka waktu pinjaman yang Anda ambil. Bisa hanya 3 bulan atau bahkan sampai 10-15 tahun seperti cicilan KPR.

Nah, perbedaannya di Gadai, jangka waktu pinjaman maksimum hanya 4 bulan saja. Namun selama 4 bulan tersebut, Anda tidak harus membayar cicilan apapun, termasuk bunganya. Ketika Gadai jatuh tempo di bulan ke-4, Anda wajib melunasi pinjaman Anda beserta bunganya.

Bagaimana jika saat jatuh tempo belum memiliki uang untuk melunasi pinjaman Gadai Anda? Gampang, bayar saja bunganya dulu, Gadainya bisa Anda perpanjang 4 bulan lagi. Kalau 4 bulan berikutnya Anda masih belum punya cukup uang untuk melunasi Gadai tersebut, lakukan hal yang sama, bayar bunganya, Gadainya perpanjang lagi 4 bulan.

Baca juga:
EMAS Adalah Uang, Tapi Uang Bukanlah EMAS

Sampai kapan Gadai ini bisa diperpanjang terus? Sementerus… tidak ada batas waktunya hehehehe. Tapi kalau Anda tidak lunasi, ya EMAS Anda tetap di Pegadaian kan, nggak lunas-lunas. Cara terbaik adalah dengan mengurangi hutang pokok Gadai Anda sedikit demi sedikit, nanti akan saya jelaskan di artikel lainnya.

Salam…

Author

Affiliate Marketer, Pencinta EMAS, Hidup Tanpa Sosmed, Hobi Traveling. Founder dari KebunEMAS.

Leave a Reply