Investasi EMAS

Membeli EMAS Berarti Melepaskan Diri Dari Ketergantungan Terhadap Sistem

Membeli EMAS itu sama artinya Anda menempatkan aset Anda di luar sistem, terutama sistem perbankan. Dan perbankan bukanlah merupakan sistem yang bebas dari krisis. Sudah sering kita mendengar sebuah bank terpaksa ditutup karena mengalami kebangkrutan.

Syukurlah jika kemudian dana kita bisa kembali. Tetapi jika ternyata dana kita yang tidak seluruhnya dijamin pemerintah ternyata tidak kembali itu berarti kerugian bagi kita. Berbeda halnya dengan mereka yang menyimpan dananya dengan membeli EMAS. Maka pada dasarnya Anda membebaskan diri dari kemungkinan buruk krisis pada perbankan.

Advertisements
Advertisements

Tidak hanya bank, tapi juga saham, asuransi, reksa dana dan lain sebagainya adalah sebuah sistem besar yang tidak lepas dari keadaan krisis. Ingat tahun 2008 ketika sebuah perusahaan asuransi besar di USA terlibat skandal yang menjadi bola salju krisis besar yang melanda dunia. Ada banyak nasabah termasuk di Indonesia yang terkena dampaknya.

EMAS maupun fluktuasi harga EMAS tidak tergantung pada sistem manapun di dunia ini, termasuk keputusan atau kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan moneter. Jika Anda membeli saham, ketergantungan terhadap pihak yang terkait (Bursa, Investor, Manajemen Perusahaan, dsb) sangat tinggi. Bisa terjadi tiba-tiba harga saham di goreng sangat tinggi, atau menjadi tidak berharga sama sekali dalam waktu singkat.

EMAS tidaklah demikian, tidak pernah terjadi harga EMAS tiba-tiba hanya tinggal 5%.

Ber-Investasi EMAS Anda memegang aset Anda sendiri. Sehingga ini lebih baik terutama sekali manfaatnya saat krisis keuangan terjadi dan sangat berbeda dengan mereka yang menyimpan uangnya di bank atau instrumen investasi lainnya.

Baca juga:
EMAS Adalah Uang, Tapi Uang Bukanlah EMAS

Karena tidak bergantung dengan pihak lain ini, MIchael J. Kosares dalam bukunya The ABCs of Gold Investing: How to Protect and Build Your Wealth with Gold, mengistilahkan EMAS sebagai asuransi. Ia menganggap bahwa EMAS merupakan aset utama yang tidak membutuhkan pihak lain yang bertanggung jawab padanya.

Yang membedakan EMAS dari aset modal umum lainnya adalah kenyataan bahwa aset lainnya membutuhkan kemampuan orang lain untuk membayar, seperti obligasi dan tabungan bank, atau saham. Sementara EMAS tidak.

Tidak peduli apa yang terjadi di negeri ini, dengan dollar, dengan saham dan pasar obligasi, pemilik EMAS akan menemukan seorang teman di logam kuning. Pada EMAS, investor akan menemukan kendaraan untuk melindungi kekayaan mereka. EMAS adalah fondasi

Michael J. Kosares

Itu sebabnya saya dalam berbagai kesempatan seminar EMAS, sering mengatakan bahwa salah satu kelebihan dalam ber-investasi EMAS adalah sifat privasinya. Ketika Anda membeli EMAS, saat itu juga aset Anda terputus dari sistem keuangan yang ada, tidak tercatat dimanapun.

Jika Anda menabung di Bank, ada banyak pihak yang tahu berapa nilai saldo uang Anda. Jika Anda membeli mobil, akan tercatat kepemilikan Anda di lembaga terkait sehingga muncul yang namanya BPKB. Demikian pula jika Anda membeli Rumah, akan tercatat kepemilikan Anda di BPN sehingga muncul yang namanya Sertifikat. Hal yang sama tidak berlaku di EMAS, konsep perdata EMAS itu sederhana: Siapa yang pegang, siapa yang bawa dialah yang punya. EMAS itu fisik dan sangat pribadi…

Tidak ada satupun pihak yang tahu berapa jumlah EMAS fisik yang Anda miliki, kecuali Anda memberitahukannya. Hanya Tuhan dan Anda pribadi yang tahu.

Siapa Yang Pegang, Siapa Yang Bawa, Dialah Yang Punya

Hukum Perdata EMAS

Kan EMAS ada Sertifikatnya juga? Iya, betul. Tapi Sertifikat pada EMAS bukan bukti kepemilikan. Sertifikat yang ada pada EMAS batangan adalah pernyataan tingkat kemurnian EMAS. Oleh sebab itu tidak ada nama Anda pada Sertifikan EMAS batangan, karena memang bukan bukti kepemilikan.

Advertisements
Advertisements

Author

Affiliate Marketer, Pencinta EMAS, Hidup Tanpa Sosmed, Hobi Traveling. Founder dari KebunEMAS.

Leave a Reply