Inspirasi

Mengelola Dana Pensiun Dengan EMAS Setelah Purna Bakti

Dua tahun yang lalu, ketika sedang ngopi disebuah Lobby Hotel di Bandung. Saya bertemu dengan seorang bapak yang ternyata adalah peserta Workshop Pra Purna Bakti salah satu perusahaan minyak nasional tahun 2009. Kami kemudian berbincang dan berdiskusi soal bagai mana bapak ini mengelola dana pensiun setelah purna bakti, ada cerita yang menarik untuk disimak.

Saya memang sering diminta untuk mengisi kegiatan workshop Pra Purna Bakti beberapa perusahaan Nasional. Dan materi yang saya bawakan biasaya berbeda dengan pemateri lainnya yang kebanyakan mengajak peserta untuk terjun ke dunia bisnis setelah mereka pensiun. Saya tidak…

Sebagai orang yang memang berada di dunia bisnis, saya tahu persis seluk beluknya seperti apa. Saya yakin mereka yang puluhan tahun hidupnya diabdikan pada perusahaan, tidak akan siap memasukin dunia bisnis yang butuh energi dan mental yang luar biasa sementara usia mereka sudah berbeda. Apalagi bisnis yang cuma diajarkan dalam waktu 1-2 minggu saja.

Oleh karenanya saya tidak pernah mau mengajarkan atau mendorong mereka untuk memasuki dunia bisnis setelah mereka pensiun nanti. Saya lebih suka mendorong mereka untuk menikmati hidup, dan membekali mereka dengan ilmu agar terhindar dari tawaran-tawaran investasi bodong yang sering membuat dana pensiun habis dalam hitungan bulan.

Bapak tersebut bercerita, ia sependapat dengan saya. Setahun setelah beliau menerima sebagian dana pensiun senilai kurang lebih Rp 1 milyar (beberapa perusahaan minyak memberikan sebagian dana pensiun beberapa tahun sebelum karyawan tersebut pensiun). Di tambah tabungan yang ia miliki, beliau belikan uang tersebut EMAS batangan ANTAM 24K seberat 3 kg dengan pecahan 10 gram dan 25 gram. Kenapa pecahannya 10 gram dan 25 gram?

Bapak tersebut mengikut saran saya untuk memperkirakan berapa kebutuhan biaya hidupnya saat pensiun nanti. Dan kesimpulannya, kebutuhan biaya hidupnya nanti sekitar 10-15 juta per bulan. Artinya dengan harga EMAS saat itu sekitar Rp 350.000/gram (lihat artikel: Harga EMAS Per-Tahun Sejak Tahun 1988), untuk menutupi kebutuhan hidupnya, ia bisa menjual sekitar 35 gram setiap bulan.

3 tahun kemudian (2012) beliau pensiun. Dan menerima lagi sekitar Rp 500 juta, yang sebagian ia belikan lagi EMAS, sebagian lain ia belikan kolam ikan untuk mengisi kegiatan sehari-hari. Sampai dengan 3 tahun kemudian (2015) beliau belum memanfaatkan EMAS nya, hidup dari sisa uang pensiun yang masih ada serta tabungannya dan sedikit dari hasil kolam ikan yang ia miliki. Total EMAS yang beliau miliki saat itu sudah bertambah 3.25 kg.

Baca juga:
Punya Dana Pensiun Dalam Bentuk EMAS, Siapapun Bisa Punya

Barulah pada tahun 2015/16 bapak ini mulai menjual EMAS nya setiap bulan untuk kebutuhan hidup. Dan ternyata tidak perlu menjual EMAS 35 gram setiap bulan, cukup 25 gram saja. “Untuk hidup berdua dengan istri ternyata cukup pak 25 gram saja, apalagi ada kolam ikan yang juga menghasilkan walaupun tidak besar. Betul kata pak Rully, nikmatin saja hidup. Hanya sesekali saja saya jual seberat 35 gram, kalau ada kebutuhan yang lebih besar”. Itu yang dia katakan saat bertemu saya saat itu.

Sekarang usianya menjelang 70 tahun, EMAS yang dimilikinya masih di atas 1.7 kg. Beberapa bulan yang lalu WA saya, ternyata sekarang malah sering jual EMAS nya cukup 2 bulan sekali @ 35 gram.

Coba Anda perhatikan, seandainya uang pensiun Bapak tersebut di Depositokan dengan bunga rata-rata 6% per tahun. Saya yakin dalam waktu 5 tahun uang Rp 1 milyar tersebut sudah habis dipakai untuk kebutuhan hidup yang nilainya meningkat. Tapi dengan EMAS, walaupun nilai kebutuhan hidupnya meningkat, inflasinya terlindungi oleh EMAS.

Ada banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari pengalaman bapak ini dimana ternyata dana pensiunnya tidak cepat habis karena memanfaatkan EMAS yang kebal inflasi dalam pengelolaannya. Kualitas hidup tetap terjamin untuk waktu yang lebih lama dibandingkan dana pensiun tersebut ia depositokan.

Author

Affiliate Marketer, Pencinta EMAS, Hidup Tanpa Sosmed, Hobi Traveling. Founder dari KebunEMAS.

Leave a Reply