Inspirasi

Mengukur Biaya Pendidikan Anak Menggunakan EMAS

Secara real, inflasi tertinggi di negara ini ada pada biaya pendidikan. Sama seperti orang tua lainnya, saya berharap anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik. Dan kesulitan terbesarnya adalah ketika memperkirakan berapa besar kebutuhan biaya tersebut di masa yang akan datang, saat tiba waktunya anak-anak memasuki jenjang demi jenjang dunia pendidikan.

Ini ternyata bukan hanya masalah saya, tapi juga masalah semua orang tua di Indonesia. Uang Rp 10 juta hari ini cukup untuk membayar biaya masuk Sekolah Menengah tertentu, sudah pasti tidak akan cukup untuk biaya masuk di sekolah yang sama 5-10 tahun yang akan datang. Apakah Rp 8 juta, atau Rp 10 juta, tidak ada yang tahu pasti.

Advertisements
Advertisements

Namun sejak mengenal EMAS 15 tahun yang lalu, saya punya cara sederhana untuk mengukur biaya apapun dimasa yang akan datang dengan mudah. Yakni, menggunakan nilai EMAS batangan 24 karat!

Sejak jaman Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan dalam Hadits Bukhari Muslim, bahwa saat itu harga satu ekor kambing setara dengan 1 koin Dinar EMAS (1 koin Dinar EMAS = 4.25 gram EMAS 22 Karat). Dan ternyata sampai hari ini tahun 2020 1 koin Dinar EMAS nilainya masih bisa membeli seekor kambing.

Itulah fakta, dan itu sebabnya pula kenapa EMAS disebut Zero Inlfasi. Artinya sampai ratusan bahkan ribuan tahun kedepan harga kambing akan tetap 1 koin Dinar EMAS, terlepas dari berapa nilai 1 koin Dinar EMAS terhadap uang, itulah inflasi yang terjadi dengan uang.

Kesimpulan yang saya peroleh, kalau Anda mau tahu berapa biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan anak 5, 10, atau bahkan 20 tahun kemudian. Gunakanlah EMAS sebagai alat ukurnya!

Biaya Pendidikan
Gambar Dokumentasi Pribadi

Tahun 2007, saya mencairkan deposito yang saya tabung untuk persiapan biaya sekolah anak saya sebesar Rp 10 juta. Uang tersebut kemudian saya belikan EMAS batangan Antam 24 K, dapat 50 gram (harga EMAS 24K tahun 2007 sekitar Rp 200 rb/gram). Alasan lain saya membeli EMAS 50 gram adalah, saya berharap bisa menyekolahkan anak saya di salah satu SMA swasta cukup ternama di Kota Bandung. Berdasarkan informasi dari salah seorang sahabat saya, biaya masuk sekolah tersebut tahun 2007 adalah Rp 9 juta rupiah.

Sejak itulah saya selalu menyisihkan uang untuk membeli EMAS sebagai tabungan pendidikan anak-anak saya. Dan ada cerita menarik dari EMAS 50 gram ini…

Tiga tahun kemudian 2010, Alhamdulillah anak pertama saya bisa diterima pada Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta tersebut. Biaya masuk sekolah tersebut pada tahun 2010 total yang harus saya siapkan sekitar Rp 14 juta. Saya menggunakan EMAS 50 gram yang saya beli tahun 2007 untuk membayar biaya yang dibutuhkan, dan ternyata nilai EMAS 50 gram tahun 2010 adalah Rp 17 juta lebih.

Tepat bahkan lebih, biaya yang saya perkirakan menggunakan EMAS tahun 2007 ini. Tapi, saya tidak menjual 50 gram EMAS yang saya miliki ini, saya menggadainya di Pegadaian. Dapat sekitar Rp 14.5 juta saat itu, cukup untuk bayar biaya yang dibutuhkan. Lalu kemudian EMAS yang saya gadai, saya lunasi secara bertahap sedikit demi sedikit (akan saya bahas di artikel lain secara lebih detil ).

Baca juga:
Konsep Gadai Berbeda Dengan Pinjaman atau Kredit Ke Bank

Tidak sampai 2 tahun, EMAS yang saya gadaikan untuk membayar biaya masuk sekolah lunas. Balik lagi ketangan saya. Dan 6 tahun kemudian (tahun 2017), anak giliran Anak saya yang ke dua. Masuk ke SMA yang sama. Berapa biaya masuk yang harus saya persiapkan tahun 2017? Sekitar Rp 23 juta, sementara harga EMAS 50 gram tahun 2017 kurang lebih Rp 27-28 juta rupiah. Masih cukup!

Untuk kedua kalinya saya juga tidak menjual EMAS tersebut, tapi saya gadai. Uang hasil gadainya baru saya bayarkan untuk bayar biaya masuk sekolah. EMAS yang sama sudah bisa membiayai 2 anak saya masuk sekolah.

Kali ini saya butuh waktu 1.6 tahun untuk melunasi utang gadai saya.

Tahun lalu, 2019. Giliran anak bungsu saya masuk SMA, masih di sekolah yang sama. Biaya masuk yang harus saya bayar adalah Rp 27 juta rupiah, dan harga EMAS 50 gram tahun 2019 Rp 30-31 juta rupiah. Masih cukup!

Kembali, saya tidak jual EMAS 50 gram tersebut. Saya gadai, dan sekarang masih ada di Pegadaian, Insya Alloh tahun depan lunas. Bayangkan, EMAS yang sama, yang saya beli tahun 2007, bisa membiaya 3 anak saya.

Pengalaman ini ahirnya sering saya bagikan diberbagai kesempatan. Mengukur biaya dimasa depan, terutama biaya pendidikan, paling mudah dan sederhana menggunakan EMAS.

Biaya Pendidikan Anak
Sumber Gambar BUMN Hadir Untuk Negeri

Saya beri contoh sederhana:

Biaya masuk fakultas kedokteran universitas swasta tahun 2020 ini berkisar antara Rp 300 – 500 juta rupiah, sampai lulus, bahkan ada yang sampai Rp 750 juta. Jika kita konversi ke harga EMAS, maka kebutuhan biaya untuk masuk fakultas kedokteran adalah 300 gram sampai dengan 700 gram EMAS.

Jadi persiapkanlah dana pendidikan dengan menabung dalam bentuk EMAS, karena kalau dalam bentuk uang, Rp 300 – 700 juta 10 tahun yang akan datang pasti tidak akan cukup lagi untuk membiayai sekolah di fakultas kedokteran universitas swasta.

Hitung biayanya saat ini, konversikan ke harga EMAS sekarang. Sejumlah EMAS itulah yang Anda butuhkan dimasa yang akan datang. Mulailah menabung dalam bentuk EMAS untuk mencapai jumlah yang dibutuhkan.

Sederhana bukan cara menghitungnya. Bagaimana cara mengumpulkan EMAS nya? Paling mudah, belilah EMAS secara rutin, mulailah sisihkan dari penghasilan Anda untuk membeli EMAS. Entah itu setiap bulan atau setiap minggu, sesuaikan dengan kemampuan Anda.

Advertisements
Advertisements

Membeli EMAS saat ini sangat mudah dan terjangkau, artinya Anda tidak perlu menunggu sampai dengan dana yang Anda miliki cukup untuk membeli EMAS batangan 1 gram. Berapapun Uang yang Anda sisihkan, Anda bisa jadikan EMAS kapanpun Anda mau. Dengan memanfaat program Tabungan EMAS atau Pool Account, Anda bisa membeli EMAS dengan yang hanya Rp 1000 rupiah saja. Lihat artikel saya terkait ini: Tabungan EMAS Atau Pool Account, Kenapa Lebih Baik?

Jika bermanfaat, silahkan bagikan artikel ini pada teman-teman atau saudara Anda…

Author

Affiliate Marketer, Pencinta EMAS, Hidup Tanpa Sosmed, Hobi Traveling. Founder dari KebunEMAS.

Leave a Reply