Inspirasi

Pengeluaran Selalu Naik Mendekati Pendapatan

Mengapa mengelola pengeluaran merupakan keahlian yang penting dalam mengelola uang? Karena, ketika belanja kita tidak terkontrol, pengeluaran cenderung naik dan menyamai tingkat pendapatan kita, tidak peduli berapapun besarnya pendapatan tersebut.

Jika pendapatan Rp 10jt, kita akan selalu dapat menghabiskannya dan jatuh bangkrut. Ketika mulai berpenghasilan Rp 100jt per bulan, kita yakin bahwa kita pantas memiliki mobil lebih mewah, makan di restoran papan atas, bergaya hidup mewah, dan tidak lama kemudian seluruh pendapatan tersebut habis dan kita harus memulai dari bawah lagi. Saya telah melihat pola serupa ini terjadi berulang kali dalam kehidupan banyak orang cerdas yang saya kenal, beberapa di antaranya bahkan merupakan teman dekat. Apabila tidak dikelola dengan baik, semua pendapatan tambahan, sebesar apa pun dapat menghilang tanpa jejak, bukankah begitu?

Ingat apa yang telah kita bahas di artikel sebelumnya? Kekayaan tidak ditentukan oleh besarnya penghasilan Anda. Jauh lebih penting daripada itu, kekayaan ditentukan oleh berapa banyak Anda dapat menabung dan berinvestasi!

Kekayaan tidak ditentukan oleh besarnya penghasilan Anda. Jauh lebih penting daripada itu, kekayaan ditentukan oleh berapa banyak Anda dapat menabung dan berinvestasi!

Rully Kustandar

Cara Hidup Miliuner Yang Sesungguhnya …

Lalu, mengapa banyak sekali orang yang terjebak dengan menghambur-hamburkan harta yang seharusnya mereka kumpulkan? Karena, persepsi sebagian orang tentang kekayaan telah terdistrosi dengan parah akibat ulah media. Lihat artikel ini: Kebohongan Terbesar Yang Pernah Diceritakan Tentang Kekayaan

Banyak orang yang memiliki konsep yang salah tentang arti menjadi seoran miliuner. Banyak pula yang menyamakannya kenikmatan seketika dengan kebahagiaan. Mereka percaya bahwa para jutawan hidup dengan mewah dan seluruh kenikmatan itu membawa kebahagiaan abadi. Penelitian dan pengamatan terhadap banyak multi-miliuner swausaha yang mapan TIDAK hidup dengan pola seperti ini. Apakah artinya mapan? Orang yang uang jutaan dolarnya terus bertahan selama hidup, tidak hanya selama beberapa tahun.

Lalu, apabila para jutawan swausaha yang mapan tidak hidup secara mewah, siapa yang bergaya hidup semacam ini? Mereka yang cenderung berpola hidup mewah biasanya tergolong salah satu dari kategori-kategori berikut ini…

Orang Kaya Palsu

Mereka biasanya terdiri atas para profesional dan eksekutif korporat yang bergaji tinggi, tetapi memiliki pengeluaran yang sama besarnya. Mereka adalah orang-orang yang mengendarai mobil mewah keluaran terbaru, terbang dengan tiket pesawat kelas satu dan makan di restoran-restoran mahal. Mereka terlihat kaya dan sukses. Namun, sedihnya mereka adalah pengumpul kekayaan yang amat payah dan memiliki sedikit aset arus kas positif. Mereka loyal menggunakan kartu kredit dan memiliki daftar tagihan yang panjang. Para bankir menyukai mereka. Akibatnya, mereka dapat bangkrut dalam waktu satu bulan saja.

Mereka Yang Memperoleh Warisam Melimpah

Ini adalah kelompok yang tidak perlu memeras keringat untuk memperoleh uang. Para miliuner dadakan ini tak memahami nilai uang karena tidak pernah kerja keras untuk memperolehnya. Akibatnya, mereka menghambur-hamburkan uang seolah tidak pernah ada hari esok. Waktu telah membuktikan bahwa harta warisan biasanya tak pernah bertahan lebih dari tiga generasi.

Mereka yang memperoleh lotre juga masuk dalam kategori ini. Oleh karena kekayaan tersebut merupakan karunia keberuntungan dan bukan hasil dari kecerdasan finansial, sebagian besar mereka cenderung akan kehilangan hartanya hanya dalam waktu beberapa tahun saja, dan terjerat utang yang lebih besar daripada sebelumnya.

Para Selebriti Yang Sangat Berbakat

Mereka tidak memperoleh kekayaan karena kecerdasan finansial, tetapi karena mereka dikaruniai bakat yang luar biasa dalam bidang menyanyi, berakting, dan olahraga. Oleh karena harta kekayaanya diperoleh dengan mudah, mereka pun menghambur-hamburkannya dengan mudah pula. Sayangnya, berapa pun besarnya pendapatan yang diperoleh, banyak dari mereka yang akhirnya jatuh dalam jurang kebangkrutan dan utang.

Beberapa contoh menyedihkan dari kategori ini adalah Mike Tyson, MC Hmmer, dan Michael Jackson. Mike Tyson memperoleh lebih dari $500 juta dalam waktu beberapa tahun kariernya sebagai juara tinju kelas berat dunia. Oleh karena gaya hidupnya yang boros dengan mobil-mobil mewah, rumah-rumah besar, dan harimau Bengali, ia pun jatuh bangkrut. Bintang pop MC Hammer yang menyanyikan lagu hit You Can’t Touch This (mungkin yang ia maksudkan adalah uang) telah menerima lebih dari $33 juta dalam kariernya, tetapi ia jatuh bangkrut juga.

Raja Pop, Michael Jackson, mengumpulkan lebih dari $700 juta dalam kariernya yang bagaikan mimpi. Namun, selama pengadilan atas dakwaan pelecehan seksual, akuntannya bersaksi bahwa Jackson mengeluarkan $20-30 juta lebih daripada penerimanya setiap tahun. Tidak hanya itu, ia juga memimjam lebih dari $415 juta dan tengah menghadapi kesulitan keuangan yang amat parah yang menyebabkannya tak mampu mencicil utang.

Tak akan pernah ada akhir bagi rentetan kisah para selebriti dan bintang film yang telah meneriman uang ratusan juta dalam waktu singkat tetapi jatuh dalam jurang utang dan kepailitan dalam waktu yang bahkan lebih cepat lagi. Mengapa? Karena mereka tidak memiliki “pola pikir jutaan dolar”, tidak cakap mengelola uang, dan tidak pandai membatasi pengeluaran.

Kecil sekali bahwa pembaca buku ini berasal dari kategori selebriti atau penerima warisan. Namun, jika Anda adalah salah satu di antaranya, maka ketahuilah untuk menjaga kelestarian kekayaan hingga akhir hayat seperti para jutawan swausaha yang telah mapan lainnya, Anda harus menguasai…

Author

Leave a Reply