Tentang EMAS

Sejarah EMAS, Si Kuning Yang Berharga

EMAS telah dianggap sebagai logam yang paling berharga dalam sejarah peradaban manusia, setidaknya sejak 400 SM. Pada tahun tersebut telah ditemukan kepingan EMAS di Spanyol. Bangsa yang tinggal di daerah Eropa itupun terlah menggunakan kepingan EMAS sebagai perlengkapan aksesoris dan fashion.

Sebuah peradaban di Irak selatan juga mampu menciptakan perhiasan dari EMAS pada 3000 SM. Bahkan, model dan desainnya masih dipakai hingga saat ini.

Advertisements
Advertisements
AliExpress WW

Pada masa awal manusia mengenal EMAS, ternyata si kuning yang berkilau tersebut tidak hanya digunakan sebagai perhiasan, tetapi juga digunakan sebagai perlengkapan pemakaman para penguasa. Misalnya saja pada 2500 SM, Raja Tomb of Djer dimakamkan bersama seluruh perhiasannya, termasuk EMAS. Dia merupakan Raja pertama dari dinasti Mesir di Abydos, Mesir.

Bangsa Cina di zaman Mesir Kuno pada 1932 SM bahkan menggunakan EMAS sebagai bahan peti mati untuk para Raja Tutankhamon. Tidak tanggung-tanggung, berat peti mati yang terbuat dari EMAS tersebut hampir 2.500 pound atau setara dengan 1.250 kg!

Sejarah EMAS
Gambar: Canva.com

Di Eropa, EMAS mulai dikenal saat kekuasaan kekaisaran (imperium) Eropa, pada awal Masehi. Pada 1299, seorang penjelajah terkenal, Marco Polo, menulis jurnal hasil perjalanannya ke timur jauh—sekarang disebut benua Asia dengan judul “Gold Wealth Was Almost Unlimited” atau “EMAS Adalah Kekayaan Yang Nyaris Tak Terbatas”.

Gold Wealth Was Almost Unlimited

Pernyataan kontroversial bahkan muncul dari dari Raja Ferdinand dari Spanyol. Pada tahun 1511, ia mengatakan ke para penjelajah: “Bawa pulanglah EMAS!” perintahnya kepada mereka. “Kalau bisa dapatkan semanusiawi mungkin, tetapi apapun resikonya, bawalah EMAS!”

Ternyata Raja Ferdinan ini kemudian memicu ekspedisi besar-besaran ke benua yang baru ditemukan. Contohnya ekspedisi yang dilakukan oleh Christoper Colombus dan Vasco da Gamma. Penjelajah inilah yang lalu memicu era kolonialisme Eropa.

Penambangan EMAS juga telah dilakukan sejak lama. Diperkirakan kegiatan penambangan EMAS telah ada sejak 2000 sampai 5000 SM.

Gambar: Kompas.com

Di Indonesia sendiri penambangan EMAS sudah dikenal sebelum Belanda datang ke Nusantara. Suryadi, seorang peneliti pada Opleiding Talen en Culturen van Indonesie, Universitas Leiden, Belanda, menduga tambang EMAS Salido di Sumatra Barat merupakan tambang EMAS tertua di Indonesia.

Sebelum Belanda datang ke Sumatra, kandungan EMAS di sana telah dieksplorasi penduduk setempat. Berita mengenai “pulau EMAS” ini sudah sampai Eropa melalui cerita-cerita para pelaut Arab. Namun, ada kemungkinan sejak zaman pra-sejarah aktivitas penambangan EMAS telah dilakukan di Indonesia. Karena, beberapa barang peninggalan pra-sejarah yang ditemukan ada yang terbuat dari EMAS.

Selain Salido, tercatat beberapa tambang EMAS teruta di Indonesia, di antaranya Alluvial di Kalimatan Barat pada abad ke 4 dan Lebong Tandai pada abad ke 7. Setelah zaman kemerdekaan sejumlah usaha pertambangan milik penjajah Belanda diambil alih oleh pemerintah Indonesia dengan mendirikan perusahaan pertambangan, di antaranya R.T Braakensick.

Selain itu juga dilakukan pertambangan dengan sistem kontrak karya dengan sejumlah perusahaan asing serta pertambangan-pertambangan rakyak dan usaha pertambangan ilegal. PT Freeport Indonesia yang ada di Papua kini merupakan salah satu perusahaan pertambangan EMAS terbesar di dunia.

Dalam sejarah pertambangan EMAS, metode eksplorasi yang dilakukan mengikuti perkembangan zaman. Di awali dengan cara penambangan tradisional, yakni menggunakan gravitasi atau amalgamasi air raksa, lalu metode sianida, fiotasi dan heap leaching.

Pertambandan EMAS terbesar di dunia saat ini dipegang oleh Afrika Selatan. Meskipun begitu, negara dengan cadangan EMAS terbesar justru bukan di Afrika Selatan, melainkan Amerika Serikat, yang justru tidak punya tambang emas besar. Hal ini berkaitan dengan fungsi EMAS sebagai cadangan devisa dan instrumen moneter, serta media Investasi.

Adapun negara yang paling banyak menggunakan EMAS adalah India. Akan tetapi, bukan sebagai instrumen moneter, bukan pula sebagai media investasi, melainkan dimanfaatkan sebagai perhiasan. Permintaan EMAS di India umumnya melonjak tajam pada setiap bulan September, yaitu saat musim kawin tiba.

Advertisements
Advertisements

Author

Affiliate Marketer, Pencinta EMAS, Hidup Tanpa Sosmed, Hobi Traveling. Founder dari KebunEMAS.

Leave a Reply